Menyikapi Kritik Secara Proporsional

Kritik ibarat cermin untuk memperbaiki diri kita. Tanpa cermin kita tidak tahu seberapa bagus penampilan diri. Karenanya kita membutuhkan cermin setiap hari menjaga penampilan sesuai harapan. Namun demikian kadangkala tidak setiap orang mau menerima kritik dengan baik. Hal ini disebabkan pertama karena cara pandang terhadap kritik, dimana kritik sebagai sebuah serang pribadi dan kedua karena respon kita terhadap kritik tidaklah tepat.

Jack Canfield, seorang penulis dari film terknal ‘the Secret’ memberikan contoh sederhana terkait bagaimana menangani dan merespon kritik secara bijaksana.

Dalam sebuah sesi pelatihan yang diselenggarakannya, Canfield melakukan simulasi tentang bagaimana memberikan respon yang tepat dalam menghadapi berbagai kritik secara proporsional. Canfield mendekati seorang peserta perempuan dan mengatakan, “Saya telah banyak melakukan pelatihan dan pengajaran, tetapi baru kali ini saya melihat seorang yang bodoh berada diantara peserta pelatihan”,

Secara jelas, pernyataan itu sangat menyinggung perasaan perempuan tersebut, dan tentu perempuan tersebut sangat kecewa. Namun Jack menenangkan ia dan mengatakan bahwa itu hanya bagian dari latihan.

Kemudian ia melihat perempuan itu kembali dan mengucapkan, “Saya telah banyak melakukan pelatihan dan pengajaran, tetapi baru kali ini saya melihat seorang yang berambut hijau berada diantara peserta pelatihan”, dan kemudian perempuan tersebut tertawa.
“Kenapa Anda tertawa? Canfield bertanya.
“Ya karena rambut saya tidak berwarna hijau”
“Lalu kenapa kamu sangat marah ketika pada pernyataan pertama (peserta bodoh)?

Sebuah kritik akan menyakitkan diri sendiri ketika cara pandang kita terhadap diri sama seperti yang dilakukan oleh pengeritik. Jika Kita percaya terhadap diri sendiri, jika kita yakin bahwa Kita cerdas, cantik, baik dan berprestasi. Maka tidak peduli apa yang disampaikan orang lain Anda akan merasa baik-baik saja dan tetap percaya diri.

Orang melakukan kritik dengan lagu, candaan, meme dan lain sebagainya.
Seberapa pun Anda kecewa ketika seseorang berbicara negative terhadap diri Anda. Anda hanya perlu menanyakan diri sendiri. Apakah saya memiliki “rambut yang berwarna hijau”?. Jika tidak lupakan saja. Lebih baik memilih kritikan yang memang betul-betul sebagai cermin untuk Anda bisa berkembang.

Tulisan ini disadur dari:
https://brightside.me/inspiration-psychology/how-to-handle-criticism-appropriately-292160/